Cerpen-Menjaga Hati Memangkas Ego Pribadi
Arissa, begitulah orang-orang memanggilku. Tomboy, begitulah orang-orang mengenalku. Aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Hobiku jalan-jalan melanglang buana. Di usiaku yang menginjak dewasa ini, ayahku memasukkanku ke sebuah pondok pesantren Tahfidzul Qur’an yang cukup terkenal di daerah yang disebut sebagai daerah istimewa, apalagi kalau bukan Yogyakarta. Daerah yang dikenal sebagai pusatnya pelajar. Ayah sengaja memasukkanku ke ponpes agar aku lebih feminim, katanya. Sebenarnya aku ingin melanjutkan ke sebuah perguruan tinggi yang telah kuidam-idamkan sejak duduk di bangku SMP. Namun, impianku itu harus kupupus dalam-dalam demi menuruti kemauan Ayah. Sebenarnya aku ingin memberontak, namun sebagai anak, aku harus berbakti kepada orangtua. Akhirnya, beginilah nasibku. Aku harus bergulat dengan hafalan,hafalan,dan hafalan setiap harinya. Satu bulan berlalu bagiku di ponpes ini rasanya bagai 1 tahun. Aku hanya bisa bersabar dan berusaha mencintai aktivitasku. Aku yang sangat menyu...