Adab Bersin Vs Menguap Menurut Kitab Shohih Bukhori
Bersin dan menguap bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Bahkan kita sering melakukannya baik secara sadar maupun tanpa sadar. Nah menariknya, bersin dan menguap yang mungkin masih dianggap oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang sepele ini ternyata memiliki adab tersendiri lho, yang mana adab dalam bersin dan menguap ini jika kita lakukan akan mendatangkan kasih sayang Allah. Sebaliknya, jika kita tidak memperhatikan adabnya, maka yang datang adalah kebahagiaan setan. Pastinya kalian gak mau kan kalo setan bisa tertawa puas dan bahagia sebab merasa menang dari manusia.
Adab ketika bersin
Adab ketika bersin ini dijelaskan dalam
Kitab Shohih Bukhori Juz 2 dalam Bab Adab : “Ketika bersin, bagaimana
berdoanya?”
Ketika kita bersin, maka kita sebagai orang
yang bersin berdoa dengan mengucapkan “Alhamdulillah”. Nah, kemudian
orang yang mendengar suara bersin itu dianjurkan untuk medoakannya dengan
mengucapkan “Yarhamukallah.” Selanjutnya, orang yang bersin tadi
menimpali lagi dengan ucapan “Yahdiikumullah wa yuslihu baalakum.”
Bahwasannya bersin ini merupakan sesuatu
yang dicintai oleh Allah, sedangkan menguap merupakan sesuatu yang tidak disukai-Nya.
Oleh karena itu, ketika kita bersin, maka memujilah kepada Allah. Hal ini sesuai
dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori :
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم
ان الله يحب العطاس ويكره التثاؤب فاذاعطس فحمد الله.
Mendoa’kan orang yang bersin merupakan salah satu perintah Rasulullah, sehingga jika kita melakukannya, maka akan mendapatkan keutamaan tersendiri. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :
عن الأشعث بن سليم قال : سمعت معاوية بن سويد بن مقرن عن البراء رضي الله عنه قال : أمرنا النبي صلى الله عليه وسلم بسبع ونهانا عن سبع : أمرنا بعيادة المريض, واتباع الجنازة, وتشميت العاطس, واجابة الداعي, ورد السلام, ونصر المظلوم, وابرار المقسم.
“Dari Az’ats bin Sulaim berkata : Aku
mendengar Mu’awiyah bin Suwaid bin Muqorrin dari Bara’ R.A. berkata : Nabi Saw.
Memerintahkanku dengan 7 perkara, dan melarangku dari 7 perkara. Nabi
memerintahkanku untuk mengunjungi (menjenguk) orang sakit, mengiringi jenazah,
mendo’akan orang yang bersin, memenuhi panggilan, menjawab salam, menolong
orang yang didzolimi, dan mbagusi (membenarkan) orang yang bersumpah.” (H.R. Imam Bukhori).
Adab ketika menguap
Menguap merupakan sesuatu yang tidak
disukai oleh Allah. Oleh karena itu, ketika menguap, sebisa mungkin bagi kita
untuk menahannya sesuai kemampuan kita, yakni dengan cara menutupi mulut kita
dengan tangan. Apabila saat menguap kita sampai mengeluarkan kata seperti “Haa”
/ Huaaa” maka setan akan menertawakannya.
Diriwayatkan dari Imam Bukhori :
و أما التثاؤب فانماهو من الشيطان فليرده ما استطاع فاذا
قال ها ضحك منه الشيطان.
“Menguap berasal dari setan, maka tutupilah
sesuai kemampuan, ketika seseorang mengatakan Haa ketika menguap, maka setan
menertawakan orang tersebut.”
Demikianlah sedikit ulasan mengenai adab
ketika bersin dan menguap berdasarkan keterangan Kitab Hadis Shohih Bukhori Juz
2 Hal 84-85 Cetakan Dar al-Fikr. Semoga kita bisa senantiasa mengamalkan kesunnahan
– kesunnahan Nabi Saw. dan tidak menganggap remeh hal sekecil apapun agar
mendapatkan Rahmat dan Ridho-Nya.

Komentar
Posting Komentar